Minggu, 31 Oktober 2010

Kiat Mendidik Anak Dengan kekuatan Fitrah

  • Semua anak dilahirkan dalam keadaan suci dan baik, setiap anak unik dan special. Anak-anak datang ke dunia ini dengan membawa takdirnya masing-masing, sesuai dengan skenario Allah SWT. Biji apel secara alamia akan menjadi pohon apel dan tidak dapat menghasilkan buah pepaya atau melon. Sebagai orang tua dan guru, peran kita yang utama adalah mengenali, menghargai serta memupuk proses pertumbuhan yang unik dan alami. kita tidak dapat mengkloning anak sesuai dengan keinginan kita tetapi kita tetap dapat bertanggung jawab untuk mendukung anak mewujudkan potensi yang Allah berikan.
  • Cinta terbukti dapat mencerdaskan anak. Kenapa ? ada bagian tertentu di otak yang mengatur emosi juga pengaruh perkembangan kognitif anak. Hanya dengan suasana nyaman dan aman, anak akan mampu bereksplorasi bebas dan mengambil banyak manfaat dari pengalamannya. Dengan cara ini, tutup otak akan terbuka, dan apa yang telah dihadapinya akan disimpan, diingatkan jangka panjangnya.
  • Setiap anak unik dan punya agenda yang berbeda sehingga belajar aktif akan mengalahkan belajar pasif.
  • Otak lebih cocok dengan kalimat posotif.
  • mendengar aktif ("ya nak, ibu tahu kamu kecewa karena ibu larang kamu bermain, jika ibu meminta kamu belajar karena ibu khawatir kamu tidak naik kelas", dibandingkan dengan kata-kata : "Kenapa sih kamu susah sekali disuruh belajar, muter-muter ja kalau disuru belajar atau nongkrong aja depan TV, besok jual aja TV nya" Akan membuat tutup otak terbuka.
  • Hargailah anak. Harga diri positif akan dapat meningkatkan prestasi anak.
  • Semua anak ternyata dapat mencapai prestasi lebih dari bintang berdasarkan 9 kecerdasan.
  • Menurut Abdullah Nashih Ulwan, ada 10 potensi dalam diri anak yang harus dikembangkan agar fitrahnya tetap terjaga :
  1. Potensi Aqidah
  2. Potensi Ibadah
  3. Potensi Sosial
  4. Potensi Ahlak
  5. Potensi Perasaan dan Kejiwaan
  6. Potensi Jasmani
  7. Potensi Intelektual
  8. Potensi Kesehatan
  9. Pengendalian Potensi Seksual
  10. Potensi Ketrampilan
Ditulis kembali Oleh Masnunah

Sabtu, 23 Oktober 2010

A n a k

Anakmu bukan milikmu
Mereka adalah putra-putri sang hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau
Tetapi bukan dari engkau.
Mereka ada padamu, tetapi bukan milikmu

Berilah mereka kasih sayang,
namun jangan berikan pemikiranmu,
karena pada mereka ada alam pikiran sendiri.
Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,

Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
yang tidak dapat kau kunungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun tidak boleh membuat mereka menyerupai engkau,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur
Ataupun tenggelam ke masa lampau.
Engkaulah busur tempat anakmu,
anak panak hidup, melesat pergi.

( Kahlil Gibran )