Senin, 08 Februari 2010

Untuk para orang tua dan pendidik.....

Anak adalah amanah bagi kita, yang harus kita jaga, kita pelihara, kita bimbing, kita hantarkan pada masa depan, tentunya masa depan yang gemilang. Tapi kita sering kali salah dalam proses penghantaran itu sendiri, cara yang kita pakai malah sering kali mencederai mereka.
Kita sering memaksakan keinginan kita dengan dalih mengarahkan anak ke jalur yang tepat demi masa depan mereka.
Kita sering memaksakan anak untuk bagus dalam semua nilai mata pelajaran di sekolah, kita cenderung memaksakan anak untuk mendapatkan rangking di kelasnya. Di sinilah penyebab terjadinya cedera pada anak, anak sering kehilangan waktu bermainnya yang seharusnya itu adalah hak mutlak mereka di masanya, karena anak terus dipaksa untuk belajar, belajar dan belajar, anak juga jadi tidak punya kebebasan dalam memilih, karna orang tua cenderung memaksakan kehendak, tanpa memikirkan jiwa anak.

Banyak persepsi dengan IQ (Intellegence Quotient) yang tinggi pasti masa depannya akan gemilang trus bagaimana dengan anak yang terlahir dengan IQ yang sedang, rendah ??? Apakah mereka tidak akan punya masa depan ???
Sampai saat ini masih banyak orang tua juga guru yang masih terjebak pada pandangan tradisional tersebut.

Para orang tua setiap anak yang terlahir dibekali Allah kecerdasan, semua anak adalah bintang, Ada 9 kecerdasan laen dalam kecerdasan majemuk (Multiple Intellegence) yang dikemukakan oleh Dr. Howard Garden seorang profesor dalam bidang psikologi pendidikan. Sembilan kecerdasan itu adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpesonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan eksistensial.

Para Orang tua dan guru ayo kita keluar dari paradikma bahwa IQ (Intellegence Quotient) adalah bukan kecerdasan utama dan satu-satunya indikator kecerdasan manusia.
Mari kita jalan bersama, saling berbagi, saling mengisi untuk bagaimana kita menghantarkan anak-anak ke gerbang kesuksesan sesuai dengan fitrahnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar